Kerajaan Malaka: Kisah Inspiratif dari Masa Lalu

Kerajaan Malaka: Kisah Inspiratif dari Masa Lalu

Pendahuluan

Sejarah Kerajaan Malaka – Selamat datang di kota bersejarah Malaka! Ini adalah kota yang kaya akan sejarah dan warisan, mulai dari populasinya yang beragam hingga bangunan-bangunannya yang indah. Malaka memainkan peran penting dalam perdagangan global pada abad ke-15 dan ke-16. Karena menjadi salah satu persinggahan utama kapal-kapal yang berlayar dari India ke Cina. Saat ini, banyak wisatawan yang datang ke sini untuk merasakan perpaduan unik budaya Timur dan Barat.

Sejarah Singkat Malaka

Malaka adalah kota pelabuhan utama di Selat Malaka, di hulu Sungai Malaka. Kota ini memainkan peran penting dalam sejarah dan perkembangan Malaysia sebagai sebuah bangsa. Kerajaan pertama di dirikan di sini pada tahun 1299 oleh Parameswara, juga di kenal sebagai Iskandar Shah atau Sri Majara (Alexander), yang melarikan diri dari Palembang setelah di serang oleh pasukan Jawa dari dinasti Singasari.[2] Setelah kematiannya, ia di gantikan oleh menantunya, Sri Lumu.

Sri Lumu memerintah selama sekitar enam tahun hingga kematiannya pada tahun 1314.[4] Dia di makamkan di bawah tempat yang sekarang dikenal sebagai Benteng Cornwallis: makamnya masih dapat di lihat sampai sekarang.[5] Penguasa kedua adalah Sultan Muzaffar Shah[6], yang memerintah hanya tiga bulan sebelum di gulingkan oleh salah satu bangsawannya sendiri yang bernama Temenggong Daeng Ibrahim (biasanya di sebut sebagai Daeng Ibrahim).[7][8] Daeng Ibrahim kemudian menjadi penguasa ketiga dan tetap berkuasa hingga tahun 1424 ketika ia di racuni secara tidak sengaja oleh salah satu istrinya selama pertengkaran di antara mereka tentang makanan yang telah di siapkannya; dengan demikian mengakhiri kekuasaannya.

Penguasa keempat adalah Sultan Mahmud Shah, yang naik tahta pada tahun 1424. Selama masa pemerintahannya, ia harus berurusan dengan beberapa masalah, termasuk upaya invasi oleh raja Siak dari Batu Sawar pada tahun 1426.[9] Ia berhasil mempertahankan kerajaannya dari serangan ini.

Sejarah Kerajaan Malaka – Kejayaan dan Kehancuran

Malaka merupakan pelabuhan utama di dunia, dan merupakan salah satu kota terkaya di dunia pada saat itu. Malaka juga merupakan pusat pembelajaran dan perdagangan. Hal ini menjadikannya pusat perdagangan rempah-rempah yang penting karena banyak orang bepergian ke sana untuk membeli rempah-rempah dari berbagai negara seperti Indonesia dan India.

Bangkitnya Malaka di mulai dari pendirinya Parameswara yang datang dari Palembang (Sumatra) sekitar tahun 1400 Masehi dengan pengikutnya untuk melarikan diri dari kekuasaan Siam di sana karena dia tidak ingin membayar pajak lagi, sehingga dia pindah dengan pengikutnya sampai mereka mencapai Sungai Jambi di mana mereka menemukan sebuah pulau yang di sebut Temasek yang berarti “Kota Laut” dalam bahasa Sansekerta karena di kelilingi oleh air laut sepanjang tahun. di kelilingi oleh air laut di sekelilingnya ketika mereka mendarat di pulau ini, sehingga mereka menetap di sana sebelum berpindah lagi lebih jauh ke tempat lain yang di sebut Tanjung Puteri yang di terjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai Princess Bay karena pemandangannya yang indah di sekitarnya di tambah dengan beberapa faktor lain seperti sumber daya yang tersedia seperti sumber makanan di dekatnya, dan sebagainya…

Parameswara kemudian di nobatkan sebagai penguasa Malaka, dan dari sana ia mulai membangun sebuah kota yang kemudian di kenal dengan nama Melaka. Kota ini kemudian menjadi pusat perdagangan yang ramai di Asia Tenggara karena memiliki akses yang baik ke jalur yang menghubungkan Indonesia dan India dengan Cina, Arab, Persia, dan bahkan Afrika.

Kota ini juga merupakan persinggahan terkenal. Banyak orang dari seluruh dunia yang datang untuk memperdagangkan barang-barang mereka. Kota ini menjadi sangat makmur sehingga negara-negara lain di wilayah ini mulai memperebutkan kota ini dan juga kekayaannya. Namun, setelah beberapa upaya oleh berbagai raja dan sultan dari negara-negara terdekat seperti Johor, Pahang, Aceh (Indonesia), Johor lagi dan akhirnya Portugis, Malaka jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511 Masehi ketika Afonso de Albuquerque merebut kota itu setelah pengepungan yang panjang.

Portugis menguasai Malaka selama hampir satu abad hingga Belanda datang dan mengambil alih pada tahun 1641. Belanda tetap menguasai kota ini hingga tahun 1824, ketika kota ini di ambil alih oleh Inggris.

Sejarah Kerajaan Malaka – Kesimpulan

Kisah Malaka adalah kisah yang kaya akan sejarah dan budaya. Kota ini telah mengalami banyak perubahan selama bertahun-tahun. Namun tetap menjadi salah satu tempat yang paling banyak di kunjungi di Malaysia saat ini. Baik Anda tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang masa lalunya atau hanya ingin menghabiskan waktu menjelajahi monumen-monumennya yang indah. Akan selalu ada sesuatu yang baru untuk semua orang di sini!

You might also like