Pengertian Zina Menurut Bahasa dan Istilah: Apa itu Zina?

Pengertian Zina Menurut Bahasa dan Istilah: Apa itu Zina?

SunnahApakah Anda sudah mengetahui Pengertian zina ? Mungkin bagi sebagian orang yang belum mengetahui arti kata zina, penjelasan tentang definisi zina menurut bahasa dan istilah ini bisa membantu Anda untuk mengenalinya.

Pengertian Zina menurut bahasa memiliki pengertian sebagai perbuatan yang melanggar norma-norma agama ataupun sosial. Sedangkan definisi zina menurut istilah mencakup segala tindakan yang melanggar hukum  dalam Islam.

Bagaimana pandangan agama Islam terhadap perbuatan zina? Simak ulasan selengkapnya di bagian selanjutnya.

Pengertian Zina Menurut Bahasa

Zina secara bahasa berarti keabadian atau kekekalan, namun pengertian zina yang umum lebih merujuk pada perbuatan yang melibatkan hubungan seksual di luar nikah. Secara etimologi, kata zina berasal dari bahasa Arab yang artinya “menggelapkan” atau “menyembunyikan”.

Definisi zina dalam bahasa Arab adalah “hubungan seksual antara pria dan wanita di luar nikah yang sah”. Sedangkan menurut bahasa Indonesia, pengertian zina “hubungan terlarang oleh dua orang yang bukan suami istri”.

“Zina adalah salah satu dosa besar dalam agama Islam dan menjadi perbuatan yang sangat dilarang oleh Allah SWT.”

Meskipun pengertian zina menurut bahasa dan istilah terkadang berbeda, namun keduanya sama-sama mengacu pada perbuatan yang melibatkan hubungan seksual di luar nikah yang sah. Sebagai seorang muslim, kita harus selalu menghindari perbuatan zina dan menjaga diri agar tidak terjerumus dalam dosa yang sangat besar ini.

Pengertian Zina Menurut Istilah

Pada bagian sebelumnya, penjelasan mengenai pengertian zina secara umum. Namun, dalam agama Islam sendiri juga mengenal istilah khusus mengenai zina. Secara hukum dan syariat Islam, pengertian zina sebagai hubungan badan antara seorang laki-laki atau wanita di luar ikatan pernikahan. Dalam bahasa Arab, zina berasal dari kata “zinā” yang berarti perbuatan memasukkan sesuatu ke dalam tempat yang tidak semestinya. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, zina pengertianya sebagai perzinaan atau persetubuhan di luar nikah.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; karena sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’ [17]: 32)

Dalam Islam, perbuatan zina termasuk salah satu dosa besar yang sangat terlarang. Dalam Kitab Suci Al-Quran, pelaku zina akan mendapatkan hukuman yang sangat berat. Namun, hukuman tersebut hanya akan terjadi jika terdapat bukti yang cukup atas perbuatan tersebut.

Macam-Macam Zina

Zina tidak hanya satu jenis, tetapi terdapat beberapa macam zina dalam hukum Islam. Setiap macam zina memiliki konsekuensi hukumnya masing-masing. Berikut adalah beberapa macam zina:

Zina Bil-Jabar

Zina bil-jabar adalah zina secara paksa atau dengan ancaman kekerasan. Tindakan ini merupakan kejahatan seksual yang paling keji dan hukumannya sangat berat. Pelaku akan di rajam sampai mati, kecuali jika pelaku sebelumnya mengakui perbuatannya tanpa disuruh.

Zina Muhsan

Zina muhsan adalah zina yang dilakukan oleh seorang yang sudah menikah (suami atau istri) dengan orang selain pasangannya. Tindakan ini juga merupakan kejahatan seksual dan hukumannya juga berat. Hukuman nya rajam sampai mati, kecuali jika pelaku sebelumnya mengakui perbuatannya sendiri.

Zina Mut’ah

Zina mut’ah adalah zina yang dilakukan dengan mengadakan pernikahan sementara (mut’ah) dengan seseorang dalam waktu tertentu. Tindakan ini dianggap haram dalam Islam karena tidak menghormati institution pernikahan. Hukumannya menurut sebagian ulama adalah sama dengan zina biasa, yaitu hukuman rajam.

Itulah beberapa macam zina yang ada dalam hukum Islam. Dalam Islam, melakukan perbuatan zina merupakan pelanggaran berat dan dapat berdampak pada kehidupan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, diharapkan kita senantiasa menjaga diri dan memperkuat iman untuk menghindari perbuatan yang dapat mendatangkan malapetaka.

Hukum Zina Menurut Islam

Zina merupakan tindakan yang terlarang dalam agama Islam dan termasuk sebagai salah satu dosa besar. Hukum zina menurut Islam adalah sangat berat dan tegas. Setiap muslim harus menjauhi perbuatan zina dan melindungi diri dari godaan-godaan yang datang.

Pelaku zina akan mendapat hukuman yang sepadan dengan perbuatannya. Dalam Islam, terdapat dua jenis hukuman kepada pelaku zina, yaitu hukuman cambuk dan hukuman rajam. Hukuman cambuk diberikan kepada pelaku zina yang masih belum menikah, sedangkan hukuman rajam diberikan kepada pelaku zina yang sudah menikah.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”

(QS. Al-Isra: 32)

Seperti  ayat di atas, zina merupakan perbuatan yang sangat keji dan harus kita hindari oleh setiap orang yang beriman. Islam sangat menekankan pentingnya menjaga kesucian diri dan menjauhi perbuatan zina.

Sebagai muslim, kita harus selalu berusaha untuk memperkuat iman dan menjaga diri dari godaan-godaan yang datang. Dengan demikian, kita dapat menghindari perbuatan zina dan menjaga diri dari hukuman yang berat.

Dalil Zina dalam Al-Quran

Al-Quran adalah kitab suci bagi umat Muslim yang menjadi pedoman hidup. Di dalam Al-Quran terdapat beberapa ayat yang membahas tentang perbuatan zina dan hukumannya.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra: 32)

“Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan yang tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah melainkan dengan alasan yang benar, dan yang tidak berzina, barangsiapa melakukan (perbuatan) demikian, niscaya dia mendapat pembalasan dosa.” (Al-Furqan: 68-69)

“Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik, sampai dia mencapai usia dewasa; dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil; tidaklah Kami membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu mengucapkan dengan benar; dan janganlah kamu menjejaskan hak-hak orang, sesungguhnya Allah benar-benar mengawasi apa yang kamu kerjakan.” (Al-An’am: 152)

Ayat-ayat di atas menggambarkan tentang bahaya dan kekejaman perbuatan zina, serta bahwa Allah membebaskan manusia dari perbuatan zina dan memberikan ganjaran yang setimpal jika manusia mampu menghindarinya. Oleh karena itu, di dalam Al-Quran, perbuatan zina merupakan suatu kejahatan yang sangat berdosa yang akan mendapat hukuman berat dari Allah SWT.

Meskipun hukuman bagi pelaku zina sangat berat, namun Allah selalu memberikan jalan keluar bagi hamba-Nya yang melakukan kesalahan. Oleh karena itu, sebaiknya kita selalu memperbanyak ibadah dan menghindari hal-hal yang dapat membawa kita terjerumus pada perbuatan zina.

Dalil Zina dalam Hadis

Hadis-hadis Nabi Muhammad SAW menjelaskan dan mengingatkan bahaya zina serta memberikan nasehat agar umat Islam menjauhi perbuatan tersebut. Ada beberapa hadis yang membahas tentang zina, di antaranya:

“Jauhilah zina, karena sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang sangat buruk dan membawa akibat yang sangat jelek.”

(HR. Bukhari)

s di atas mengingatkan umat Islam untuk menjauhi perbuatan zina dan menegaskan bahwa zina adalah perbuatan yang sangat buruk dan membawa akibat yang sangat jelek.

“Orang yang berzina tidak akan berzina saat dia beriman dan orang yang beriman tidak akan berzina.”

(HR. Ahmad)

Hadis di atas memberikan harapan bagi umat Islam bahwa dengan memperkuat iman, seseorang bisa terhindar dari perbuatan zina.

“Janganlah seorang lelaki duduk bersama seorang perempuan kecuali dengan mahramnya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis di atas menekankan perlunya menjaga pergaulan antara lelaki dan perempuan agar tidak terjadi perbuatan zina. Bahkan, seorang lelaki tidak boleh duduk bersama seorang perempuan kecuali dengan mahramnya.

Dengan memahami dan mengamalkan hadis-hadis tentang zina, umat Islam diharapkan bisa menjauhi perbuatan tersebut dan memperkuat iman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Upaya Mencegah Perbuatan Zina

Zina adalah perbuatan yang sangat Allah SWT tidak sukai dan dapat merusak akhlak dan moral seseorang. Oleh karena itu, sebagai umat muslim, kita harus melakukan upaya untuk mencegah perbuatan zina.

Menguatkan Iman

Salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk mencegah perbuatan zina adalah dengan memperkuat iman. Seorang muslim yang memiliki iman yang kuat akan lebih mampu menahan godaan untuk melakukan perbuatan zina. Untuk memperkuat iman, kita dapat melakukan kegiatan-kegiatan seperti ibadah, mengaji, dan membaca Al-Quran.

Melarang Pergaulan Bebas

Pergaulan bebas merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya perbuatan zina di kalangan remaja. Oleh karena itu, sebaiknya jauhi pergaulan bebas dan lakukan pergaulan yang lebih baik dan sehat. Kita dapat bergaul dengan teman-teman yang memiliki nilai-nilai moral yang baik dan tidak melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Janganlah kamu mendekati zina, karena zina itu adalah suatu perbuatan yang sangat keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’: 32)

  1. Berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT dari segala bentuk godaan
  2. Menerapkan prinsip-prinsip keislaman dalam kehidupan sehari-hari
  3. Membatasi pergaulan dengan lawan jenis
  4. Mendiskusikan bahaya zina dengan keluarga dan teman-teman dekat
  5. Menjaga pandangan mata dan menghormati privasi lawan jenis

Dengan melakukan upaya-upaya ini, kita erharap dapat mencegah perbuatan zina dan menjaga akhlak serta moral kita. Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan dan kemampuan kepada kita untuk berbuat baik dan menghindari segala bentuk tindakan dosa. Aamiin.

Tanya Jawab Tentang Zina

Terkait dengan perbuatan zina, banyak pertanyaan yang sering orang tanyakan. Berikut ini adalah beberapa FAQ tentang zina:

1. Apa itu hukuman bagi pelaku zina?

Hukuman bagi pelaku zina menurut hukum Islam adalah rajam atau dirajam hingga mati bagi pelaku zina yang telah menikah dan penjara serta cambuk bagi pelaku zina yang belum menikah. Namun, hukuman tersebut hanya bisa terjadi jika ada empat orang saksi yang melihat langsung perbuatan zina tersebut.

2. Apakah perbuatan zina selalu dihukum dengan hukuman rajam?

Tidak selalu. Hukuman rajam hanya diberlakukan jika pelaku zina yang telah menikah dan telah memenuhi syarat-syarat lainnya, seperti adanya empat orang saksi yang melihat langsung perbuatan zina. Sedangkan untuk pelaku zina yang belum menikah, hukuman nya adalah penjara dan cambuk.

3. Bagaimana cara mencegah perbuatan zina?

Untuk mencegah perbuatan zina, ada beberapa upaya, antara lain dengan memperkuat iman kepada Allah SWT, menjauhi pergaulan bebas, membatasi interaksi dengan lawan jenis di tempat yang tidak aman, menghindari pergaulan yang mengarah pada perbuatan zina, serta menampakkan aurat dengan baik.

4. Apa yang dimaksud dengan zina bil-jabar?

Zina bil-jabar adalah perbuatan zina yang dilakukan dengan paksaan atau tekanan dari orang lain. Karena melakukanya dengan paksaan, pelaku zina tidak akan mendapat hukuman seperti halnya pelaku zina yang melakukannya secara sukarela.

5. Apa yang dimaksud dengan zina mut’ah?

Zina mut’ah adalah perbuatan zina dengan menjalin hubungan suami istri sesuai syariat Islam, namun hanya berlangsung dalam jangka waktu tertentu. Perbuatan ini dilarang dalam Islam dan dihukum dengan cambuk serta penjara.

6. Apakah pelaku zina bisa bertaubat?

Tentu saja. Allah SWT adalah Maha Pengampun, selama pelaku zina benar-benar menyesali perbuatannya dan bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama di masa mendatang, maka Allah SWT pasti akan mengampuni dosa tersebut.

Itulah beberapa FAQ tentang zina . Semoga dengan mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, kita bisa lebih waspada dan menghindari perbuatan zina yang agama islam larang.

You might also like